• 06-Jun-2021

Negeri Rutong Hadirkan Platform Berbasis Web

JAKARTA, investor.id - Negeri Rutong, salah satu negeri raja-raja di Kota Ambon, membuat sebuah gebrakan baru dengan mencanangkan diri sebagai negeri pintar (smart village) pertama di Provinsi Maluku. Hal ini ditandai dengan peluncuran (soft-launch) platform digital rutong.id. Mulai Senin (1/3), Negeri Rutong dan masyarakatnya pun sudah mulai berevolusi.

Fitur-fitur yang ada di rutong.id dibuat untuk menunjang tata kelola administrasi pemerintahan negeri yang lebih efisien, efektif, dan transparan. Rutong.id memuat mulai dari aspek perencanaan, eksekusi program, proses pengadaan di dalam penyelengaraan proyek secara lelang digital dan tata kelola keuangan negeri, sampai dengan tata kelola pemberdayaan usaha masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup lapisan masyarakat negeri.

“Dalam rangka Program Percepatan Pembangunan Negeri Rutong Maju dan peluncuran platform digital rutong.id, maka kami di pemerintahan Negeri Rutong sangat bangga dapat mencapai tonggak sejarah dalam acara soft-launch platform digital ini,” ungkap Raja Negeri Rutong Reza Valdo Maspaitella, dalam pernyataannya, Senin (1/3). 

Karena itu, dia pun mengundang partisipasi diaspora Rutong, baik di Ambon, seluruh Indonesia, maupun yang berada di luar negeri untuk dapat bergabung berpartisipasi didalam Gerakan Bakutongka bagi sebuah perubahan paradigma pembangunan baru Negeri Rutong di era transformasi digital global saat ini. “Atas nama Pemerintah Negeri Rutong, saya mengajak diaspora negeri untuk berpartisipasi dalam membangun negeri tercinta kita ini!” harap Reza.

Melalui Gerakan Perubahan Paradigma Pembangunan, Pemerintah Negeri Rutong juga bermaksud untuk melaksanakan kerja sama pembangunan kawasan, khususnya di di wilayah Leitimur Selatan. Tujuannya guna percepatan pembangunan di kawasan negeri adat, baik di sektor eco-agro forestry, pariwisata, dan perikanan. Dengan adanya platform digital tersebut, Negeri Rutong akan tetap  mengutamakan adat dan budaya untuk memajukan perekonomian masyarakat negeri yang berbasis teknologi digital. Selain punya adat dan budaya yang kuat, Negeri Rutong dikenal sebagai salah satu negeri dengan pohon sagu terbanyak di Pulau Ambon.

Sejarah mencatat, nenek moyang pertama, Matuwaruhu, datang dari Negeri Rumahkay ke Negeri Rutong pada abad ke-9, atau tahun 800-an. Dia datang dengan membawa pohon mange-mange dan pohon sagu yang kemudian ditanamnya. Hingga saat ini, kedua pohon tersebut pun tumbuh subur di Negeri Rutong. Sagu merupakan makanan pokok orang Maluku yang diolah menjadi papeda dan sagu lempeng. Saat ini, sagu telah diinovasi menjadi bahan dasar dari berbagai makanan khas, di antaranya mie sagu, kukis sagu, dan bubur sagu.

Dengan penduduk hanya berjumlah 1.000 orang, masyarakat Negeri Rutong hidup dari hasil sumber daya alam, yaitu hasil laut dan perkebunan, seperti pala dan cengkeh. Setelah 40 tahun dipimpin oleh seorang Kepala Desa, kini, Negeri Rutong dipimpin oleh seorang raja yang telah dinobatkan pada Februari 2020.

Raja Reza Valdo Maspaitella mempunyai visi yang besar dalam menjawab tantangan di dalam tata kelola pemerintahan, pengembangan SDM, komunikasi publik yang efektif dan terbuka, pemberdayaan masyarakat, dan masih banyak lagi. Raja Negeri Rutong pun melihat, sudah waktunya, masyarakat negerinya untuk melakukan suatu lompatan digital agar tetap dapat bersaing, baik secara nasional dan global. Langkah awal negeri dilakukan dengan membuat platform digital rutong.id.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)